Workshop 24 – 25 Agustus 2019

Workshop 24 – 25 Agustus 2019

Research Advance 24 – 25 Agustus 2019

Research Advance : LPPM Institut Stiami menyelenggarakan Workshop Kualitatif RESEARCH COLLEGIUM TRILOGI METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL yang berlangsung di el Royale Hotel Kelapa Gading, Jakarta, pada 24 – 25 Agustus 2019.  Pemateri pada workshop ini adalah Prof. Dr. H. Burhan Bungin, B.Sc. S.Sos. M.Si. Ph. D.  Saat ini Prof. Burhan merupakan Dekan Fikom Universitas Ciputra,  Ketua Umum IQRA (Indonesian Qualitative Researcher Colloquium) serta penulis banyak buku-buku metodologi penelitian kualitatif. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah dosen bukan hanya berasal dari DKI Jakarta saja,  melainkan juga dari luar DKI Jakarta, dan luar Jawa.   Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mahir menggunakan metode penelitian kualitatif.
Workshop Kualitatif ini merupakan lanjutan dari WORKSHOP KUALITATIF RESEARCH COLLEGIUM TRILOGI METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL, PADA 19-20 APRIL 2019
Materi Research Advance : Quasi – Qualitaive, Case Study, Ethnomethodology, Phenomenology, Grounded Theory, Narative, Post – Qualitative, Mixed Methods, ETC
Manual Data Analysis Procedure: Transcript, Coding, Theme, Categorization, Memo.
Becker menyatakan bahwa “Salah satu kesalahan terbesar dalam sebagian besar studi kasus observasional adalah kegagalan mereka untuk membuat eksplisit kuasi-statistik dasar kesimpulan mereka” (1970: 81-2). kehati-hatian harus diambil ketika membaca hasil secara teknis.
Etnometodologi memiliki batasan sebagai kajian akal sehat, yakni kajian dari observasi penciptaan yang digunakan terus-menerus dalam interaksi sosial dengan lingkungan yang sewajarnya. Etnometodologi bukanlah metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, melainkan menunjuk pada permasalahan apa yang akan diteliti. Etnometodologi adalah studi tentang bagaimana individu menciptakan dan memahami kehidupan sehari-hari, metodenya untuk mencapai kehidupan sehari-hari.
Phenomenology Memahami inti dari pengalaman individu berkaitan dengan suatu fenomena tertentu. Memaparkan suatu pengalaman unik dan khas yang dialami individu atau sekelompok individu berkaitan dengan suatu fenomena tertentu dan arti yang diperoleh dari pengalaman tersebut berdasarkan sudut pandang subjek.
Etnografi Memberikan gambaran dan melakukan interpretasi dari suatu budaya dan kelompok sosial. Memaparkan mengenai alasan peneliti mengapa berilaku berbudaya dari suatu kelompok perlu digambarkan dan diinterpretasikan.
Case Study Mengembangkan analisis yang mendalam dari suatu kasus tunggal atau kasus jamak Permasalahan. Peneliti harus memfokuskan diri pada suatu kasus atau fenomena, bagaimana prosesnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *